Perbedaan Gejala Corona Virus Varian Delta dan Omicron

Siapa yang tahu, setelah kemunculan gejala corona virus varian delta, kini hadir varian baru yaitu omicron. Varian omicron sendiri diketahui memiliki sejumlah perbedaan dengan varian delta.

Namun sayangnya pembahasan terkait perbedaan ini masih belum banyak. Hingga kini peneliti terus mengamati gejala apa sajakah yang terjadi pada pengidapnya.

Perbedaan Gejala Corona Virus Varian Delta dan Omicron

Adapun data yang muncul hanya berdasarkan pengamatan sejumlah dokter di beberapa rumah sakit yang menangani pasien covid 19 dengan varian omicron.

Pengakuan Dokter Afrika Selatan

Berdasarkan data, dokter Afrika yang pertama kali menangani pasien corona varian omicron ini. Ia menyebutkan gejalanya cenderung ringan. Dominan terjadi pada mayoritas yang usianya 20-30 tahun. Sedangkan gejala yang lebih berat cenderung dialami oleh para orang tua.

Gejala tersebut di antaranya demam, keringat malam, kelelahan, batuk kering dan gejala pegal. Berdasarkan pengamatan, varian ini berbeda dengan gejala corona virus varian delta.

Sedangkan varian delta memiliki gejala seperti sakit kepala, pilek, kehilangan kemampuan merasa dan mencium (anosmia), sakit tenggorokan dan demam. Bisa kita lihat, perbedaan gejala di antara keduanya terletak pada batuk kering yang dialami pasien Omicron dan kehilangan indra perasa serta pencium pada pasien delta.

Saran WHO untuk Menghindari Penularan Varian Omicron

Dalam laman resminya, WHO tetap menyarankan agar masyarakat dunia selalu patuh mengikuti protokol kesehatan dan tidak kendor dalam penerapannya. Katanya, langkah yang paling efektif adalah dengan menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain.

Lalu tetap menggunakan masker yang pas, membuka jendela untuk sirkulasi udara, menjaga tangan tetap bersih, hindari keramaian, batuk/bersin ke siku atau menggunakan tisu dan terakhir, ikuti program vaksinasi giliran.

Belum cukup sampai di sana, WHO meminta agar setiap negara untuk meningkatkan pengawasan dan pengurutan kasus. Lalu langsung melaporkan kasus/klaster awal terkait varian omicron ke WHO.

WHO juga meminta setiap negara untuk melakukan penyelidikan lapangan dan penilaian laboratorium. Sehingga nantinya akan tahu jika omicron memiliki karakteristik penularan yang berbeda, begitupun terapi, diagnosis, efektivitas vaksin hingga tindakan sosial yang tepat.

Pencegahan Gejala Corona Virus Varian Omicron

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, varian omicron pertama kali terjadi di Afrika Selatan. Adapun pencegahan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Vaksinasi Covid 19

Sudah bukan hal umum jika pencegahan pertama yang harus dilakukan adalah melakukan vaksinasi covid 19. Program vaksinasi terbukti efektif dan efisien untuk menangani penularan covid 19 di seluruh dunia.

  1. Selalu Menggunakan Masker

Keharusan menggunakan masker bukan tanpa sebab untuk menangani covid 19. Selain itu, disarankan mengganti masker setiap 4 jam atau saat sudah basah. Sebaiknya gunakan masker N95, masker medis, masker dua lapis dan sejenisnya.

  1. Cuci Tangan

Hal yang harus Anda pahami, virus akan mati ketika digosok dengan sabun dan air mengalir. Maka dari itu, jangan lupa untuk mencuci tangan dimanapun dan kapan kapanpun. Gunakan pula hand sanitizer dengan kandungan alkohol untuk antisipasi jika tidak ada air mengalir.

  1. Tetap di Rumah

Tips selanjutnya, hindari keluar rumah bila tidak ada sesuatu yang urgen/penting. Semakin banyak aktivitas di luar, semakin berisiko tertular covid 19.

  1. Menjaga Jarak

Ketika berada di luar rumah, hindari keramaian dan selalu jaga jarak, minimal 1 meter dengan orang lain.

  1. Tingkatkan Imunitas Tubuh

Selalu jaga imunitas tubuh dengan makan-makanan yang bergizi, penerapan pola hidup yang sehat dan rajin berolahraga.

Terlepas dari hal itu, bila Anda merasakan gejala corona virus yang sudah umum, segera konsultasikan dengan dokter, sehingga pemutusan rantai covid 19 bisa segera terselesaikan. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *